Klinik Epilepsi

Apa itu kejang?

Kejang adalah gejala dan tanda yang muncul sementara akibat dari aktivitas sel  otak yang berlebihan di dalam otak. Bisa juga dikatakan karena terjadi aktivitas listrik yang berlebihan di dalam otak.

Apa yang terjadi di dalam otak selama kejang?

Aktivitas listrik di dalam otak disebabkan oleh perubahan kimia kompleks yang terjadi pada sel-sel saraf. Sel-sel otak ini baik yang merangsang (excitatory) ataupun yang menghambat (inhibitory) sel-sel otak yang lain dari mengirimkan pesan listrik. Dalam kondisi normal, terdapat keseimbangan antar sel-sel ini. Namun, ketika kejang muncul, mungkin ada aktivitas yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, yang menyebabkan ketidakseimbangan antara aktivitas yang merangsang ataupun yang menghambat. Perubahan kimiawi ini dapat menyebabkan lonjakan aktivitas listrik yang menyebabkan kejang.

Kejang sendiri bukanlah suatu penyakit, sebaliknya kejang adalah suatu gejala dari berbagai macam kelainan yang dapat mempengaruhi otak. Beberapa kejang bahkan sulit untuk disadari, sementara bentuk kejang yang lainnya bisa benar-benar melumpuhkan aktivitas seseorang. Sifat kejang dapat bervariasi, karena lobus atau bagian dari otak mengontrol perilaku, gerakan, dan  pengalaman yang berbeda-beda.

Jika saya hanya mengalami satu atau dua kejang, apakah itu berarti saya akan menderita epilepsi?

Sekitar setengah dari orang yang mengalami satu kejang tanpa penyebab yang jelas akan mengalami kejang lainnya biasanya dalam 6 bulan. Jika ada penyebab kejang yang diketahui (misalnya, cedera otak atau jenis kondisi otak lainnya yang diketahui), maka Anda dua kali lebih mungkin mengalami kejang lagi.

Jika Anda memiliki dua kejang, ada peluang 80 % bahwa Anda akan memiliki lebih banyak kejang lagi. Jika kejang pertama Anda terjadi pada saat cedera atau infeksi di otak, maka Anda lebih cenderung mengalami epilepsi. Seringkali, kejang-kejang ini tidak muncul sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah cedera otak atau infeksi otak awal. Peluang kejang terjadi lebih besar juga memungkinkan jika dokter Anda menemukan kelainan pada pemeriksaan neurologis (tes yang dilakukan oleh dokter untuk melihat bagaimana sistem saraf Anda bekerja).

Tes EEG (rekam otak) dapat melihat aktivitas listrik otak dan dapat membantu memprediksi apakah kejang akan lebih banyak terjadi. Pola-pola tertentu pada EEG adalah tipikal untuk epilepsi. Jika gelombang otak Anda menunjukkan pola-pola semacam itu, Anda memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami epilepsi.

Gangguan struktural

Gangguan struktural yang menyebabkan epilepsi Apa yang dimaksud kelainan struktur penyebab epilepsi ? Epilepsi dikatakan memiliki penyebab struktural jika ada penyebab struktural abnormal yang berbeda

Read More »

Gangguan Metabolisme

Penyebab Gangguan Metabolisme epilepsi Tubuh mengandung banyak enzim yang bertanggung jawab untuk memecah berbagai bagian makanan yang kita makan untuk menyehatkan tubuh. Jika ada kekurangan

Read More »

Faktor Genetik

Faktor Genetik Pengertian epilepsi akibat dari faktor genetik Epilepsi akibat dari faktor genetik dikarenakan jika kejang adalah akibat dari cacat genetik yang diketahui atau diduga

Read More »

Gangguan autoimun

Autoimmune Epilepsi Apa yang dimaksud sebagai autoimune epilepsy? Epilepsi autoimun (AE) disebabkan oleh perubahan fungsi kekebalan tubuh. Kejang adalah gejala utama dari AE. Sistem kekebalan tubuh

Read More »

Infeksi

Infeksi pada otak menjadi salah satu penyebab terjadinya kejang. Infeksi ini dapat mengakibatkan gangguan struktur dan sistem saraf pada otak sehingga seringkali menyebabkan kejang. Beberapa

Read More »