Epilepsi Katamenial: Serangan Kejang pada Wanita Menjelang Menstruasi
Epilepsi katamenial adalah kondisi di mana serangan kejang pada wanita terjadi secara berkaitan dengan siklus menstruasi. Menurut dr. Heri Subianto, SpBS(K)Subsp.N-Func., FINPS, seorang konsultan bedah epilepsi di National Hospital Surabaya, kondisi ini cukup sering terjadi dan perlu diperhatikan khusus bagi pasien wanita.
Apa Itu Epilepsi Katamenial?
Epilepsi katamenial merupakan varian epilepsi yang dipicu oleh fluktuasi hormon seks. Perubahan hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi dapat memengaruhi aktivitas listrik otak, sehingga memicu kejang pada waktu tertentu.
Tiga fase siklus menstruasi yang paling umum terkait dengan kejang adalah:
Periovulasi (sekitar hari ke-10–14 siklus)
Hari-hari sebelum menstruasi (luteal phase akhir)
Menstruasi itu sendiri
Gejala yang Sering Ditemui
Kejang fokal atau umum menjelang menstruasi
Perasaan gelisah, lelah, atau perubahan suasana hati
Gejala lain sesuai jenis epilepsi pasien
Penanganan Epilepsi Katamenial
Menurut dr. Heri, penanganan epilepsi katamenial memerlukan pendekatan individual:
Pemantauan siklus menstruasi dan frekuensi kejang
Penyesuaian dosis obat antiepilepsi pada periode rawan kejang
Terapi hormon jika diperlukan
Edukasi dan dukungan keluarga
Pentingnya Konsultasi dengan Dokter
Epilepsi katamenial dapat memengaruhi kualitas hidup pasien wanita. Konsultasi rutin dengan dokter spesialis epilepsi seperti dr. Heri membantu:
Menentukan pola kejang dan pemicu
Menyesuaikan terapi obat atau tindakan medis lain
Memberikan edukasi pengelolaan yang tepat
Kesimpulan
Epilepsi katamenial adalah kondisi sering dialami wanita dengan epilepsi, terutama menjelang menstruasi. Dengan pemantauan tepat dan dukungan dokter ahli, serangan kejang dapat diminimalkan sehingga pasien tetap aman menjalani aktivitas sehari-hari.